"Mbeg gegeg ugeg-ugeg mhel-mhel sadulito". Kalimat - latah - itu sering diucapkan 'Semar', ketika mendapat kesan tertentu pada suatu kejadian, seperti : kaget, senang, atau prihatin. Semar, orang bijak (dalam tokoh pewayangan) jelmaan Dewa yang mempunyai misi meluruskan jalannya para kesatria (di bumi) yang cenderung melenceng ketika memperoleh kejayaan.
Biasanya, Semar hanya diam ketika orang-orang sedang ramai berbicara. Tidak peduli apa yang mereka bicarakan, Semar hanya diam. Namun dengan ketajaman pikirannya (kewaskitaannya) tidak satupun pembicaraan orang-orang itu yang luput dari perhatiannya. Dalam diamnya ia menangkap, memahami, menganalisis, dan menilai apa dan kemana arah pikiran orang tersebut.
Baru, ketika disebut namanya untuk dimintai pendapat, Semar akan - selalu - memulai dengan kalimat "mbeg gegeg ugeg-ugeg mhel-mhel sadulito". Kalimat itu berisikan motivasi dan harapan untuk semua orang di sekitarnya. Arti kalimat tersebut adalah "mbeg gegeg" semacam perintah untuk bergerak, yang memiliki makna menyuruh orang untuk berupaya, berikhtiar dalam hidup. Kemudian "ugeg ugeg" dalam bahasa lain mungkin "ketahwil kethawil", artinya meskipun sepele, sederhana, sebisanya, atau semampunya. "mhel mhel" adalah makanan, bermakna rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Sadulito" artinya sedikit.
Sehingga secara keseluruhan makna kalimat tersebut adalah perintah atau anjuran kepada manusia untuk selalu berupaya, melakukan perjuangan (jihad) dalam hidup aapun bentuknya untuk mendapatkan berkah dari Tuhan, yang pasti Tuhan akan memberikan meskipun sedikit, tergantung dari upaya yang dilakukan.
Dengan kata lain, bila dinegasikan, janganlah kamu berharap mendapatkan sesuatu sedangkan kamu tidak melakukan apa-apa. Tuhan / Jawoto kang murbeng dumadi itu Maha Kasih dan Sayang, tapi janganlah manusia sombong dan menjadi pemalas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar