Rabu, 03 Mei 2017

Memohonlah

Hujan itu tinggal rintik2 saja, maka saya putuskan tidak memakai jas hujan. Setelah berjalan kira2 lima menit saya merasa kok gerimis ini tidak berkurang, sehingga mulai mempertimbangkan untuk berhenti.
Ketika saya hendak menghentikan motor kok saya merasa gerimis mulai berkurang, maka saya tidak jadi berhenti. Saya lanjutkan perjalananan, saya amati ada juga beberapa pengendara yang juga tidak memakai jas hujan. Tapi hal itu berulang beberapa kali, setiap gerimis terasa lebih kerap saya hendak berhenti. Tapi setiap akan berhenti, seolah-olah gerimis akan berhenti.
Hingga akhirnya, gerimis benar2 terasa semakin deras dan jalan lebih basah, maka dengan yakin saya berhenti untuk mengenakan jasa hujan. Dengan penuh percaya diri saya kenakan jas hujan hendak menerjang gerimis ke arah Juanda. Belum jauh saya melaju tapi gerimis intensitasnya semakin berkurang. Saya mulai tidak enak hati, lebih2 sudah mulai terasa panas / ongkep.
Akhirnya kekhawatiran saya terjadi, gerimis sudah berhenti, hanya jalanan masih agak basah. Begitu memasuki jalan juanda jalan sama sekali keringing, tapi saya masih PD mengenakan jas hujan.
Selalu begini, setiap kita terlalu yakin dengan prediksi kita yang terjadi justru kebalikannya. Saya merasa yakin hujan hari ini merata, dengan kondisi awan yang begitu rendah gelap dan merata, pasti hujannya merata. Tapi semua meleset, di wilayah tempat tinggal saya sama sekali tidak hujan, kering sama sekali. Dengan legawa saya menerima kekalahan. Sambil melepas jas hujan, saya berpikir berkata dalam hati, "Ya Tuhan engakau satu2nya yang paling berkuasa atas turun tidaknya hujan sedangkan aku hanya bisa memilih mengenaakan jas hujan atau tidak".
Pesan moral, jangan pernah menebak apa yang akan diputuskan Tuhan atas kamu, tapi memohonlah apa yang kita inginkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar