Bernyanyi itu menyenangkan, atau salah satu ciri orang ketika senang adalah dengan menyanyikan lagu. Lebih jauh lagi, jika dalam menyanyikan lagu cukup baik, tidak hanya diri sendiri yang merasa senang, tetapi juga orang lain yang mendengarkan.
Jaman sekarang kegiatan menyanyi dan menikmati lagu dilakukan hampir semua orang, setidaknya / minimal mendengarkan lagu melalui gagdet. Mereka yang lebih aktif mendengarkan lagu - melalui headset - sambil bernyanyi mengikuti lagi (telingannya diseumpeli terus nyanyi2 sendiri tidak menghiraukan sekeliling).
Saat ini ada banyak media atau cara orang dalam menyalurkan hasratnya bernyanyi, misalnya ; tempat karaoke, melalui hp, di panggung resepsi kemanten. Ditinjau dari tujuannya bernyanyi (khususnya di panggung manten) ada beberapa jenis orang menyanyi, diantaranya :
1) Menyanyi untuk menasehati. Biasanya dilakukian oleh orang tua (maksudnya yang sudah tua atau dituakan). Sedangkan lagu yang dibawakan lagu-lagu yang berisi nasehat, seperti lagunya chrisye (Damai bersamamu), atau lagu2nya Ebiet G Ade, atau lagu2 religi milik opik atau lagu rohani yang lain.
2) Menyanyi untuk menghibur. Biasanya yang menyanyi orang yang hafal banyak lagu (meskipun masih amatir), sehingga bisa membaca situasi lagu apa yang pantas / cocok dinyanyikan. Lagu yang dibawakan biasanya lagu2 yang masih nge-hit baik dangdut maupun pop, tergantung selera pendengar.
3) Menyanyi untuk aktualisasi diri. Biasanya dilakukan oleh anak2 yang masih SMA, SMP atau mungkin SD. Mereka dalam masa perkembangan sehingga ingin mencoba segalanya termasuk tampil di panggung mantenan. Lagu yang dibawakan tidak mempedulikan selera pendengar, tetapi sesuai yang dikuasai, yang paling bisa dilakukan dengan harapan mendapat sambutan besar.
4) Menyanyi untuk menyelamatkan diri. Ini dilakukan karena sebuah rombongan mantenan belum diperkenankan pulang jika belum ada yang mewakili menyanyi. Maka mau tidak mau, harus ada salah satu yang menjadi phlawan/korban untuk menyelamatkan rombongan, biar bisa segera pulang.
Agak kacau, tapi itu faktual. Lain kali jangan mau kalau dipaksa bernyanyi. Lebih baik langsung saja meminta untuk maju menyanyi dari pada ditunjuk, dipanggil berulang-ulang, disebut berkali-kali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar