Pernahkan anda kejepit retsleting?. Tidak usah menginginkan itu, sakit sekali. Apalagi jika hal itu terjadi di leher, rasanya tidak hanya sakit. Apalagi jika itu terjadi dalam keadaan sedang di atas motor, selain sakit, bingung. Apalagi jika retsletingnya macet, tidak hanya sakit dan bingung, panik.
Hal itu saya alami tadi pagi saat berkendaraan motor. Seperti biasa tiap pagi mengendarai sepeda motor dengan perlengkapan lengkap - sesuai anjuran pak polisi - helm standar, jaket, bersepatu, dan kacamata.
Pada saat melintas di jalan raya juanda, saya merasakan udara semakin dingin. Maka saya berusaha menaikkan retsleting jaket sampai ke atas, hingga menutup seluruh leher. Karena motor harus tetap melaju, saya menarik retsleting hanya dengan satu tangan (kiri). Begitu saya tarik, tepat dijakun macet dan menjepit sebagian kulit leher, "suakkitt".
Saat itu lalu lintas cukup ramai dan kendaraan cenderung cepat. Saya berusaha menjaga laju motor, dan berusaha pula menurunkan kembali retsleting. Tapi setiap akan saya tarik ke bawah, tambah sakit. Bingung, dibiarkan sakit, ditarik ke bawah sakit, apalagi dipaksa ke atas, bisa-bisa cuwil.
Ternyata hanya satu yang diperlukan, ketenangan. Setelah berusaha tenang dan menguasai keadaan, perlahan-lahan retsleting saya turunkan, ternyata mudah dan tidak lagi sakit.
Saran saya, tidak usah memilih kejepit retsleting, pisshh!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar