Setiap orang tua menginginkan anaknya akan berhasil dalam urusan sekolah, pandai, nilai rapornya bagus, naik kelas, dan lulus, serta bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Selama menjadi guru di SMANOR, saya telah menemui berbagai tipe anak dengan berbagai karakter dan kemampuan. Anak malas itu banyak, anak yang pandai itu ada, anak yang 'ndableg' itu juga lumrah, anak yang prestasinya tinggi itu juga ada.
Selama ini ada salah satu siswa yang membuat saya terkesan sejak ia masuk SMANOR hingga lulus, ia adalah Faizah Fananda. Kesan yang sangat jelas dari anak yang biasa saya panggil 'fay' adalah pola pikir anak yang satu ini berbeda dengan anak-anak yang lain, yang pada umumnya tidak berpikir secara mendalam apa yang dilakukan untuk masa depannya - setelah lulus SMANOR.
Urusan prestasi bukan masalah buat Fay, beberapa kali ia menjuarai turnamen di berbagai level dan nomor pertandingan. Namun demikian hal itu tidak mempengaruhi prestasi di urusan akademik, yang mana Fay tergolong anak yang level atas, bersama Rini, Nevin, Putra, dan Fani. Karena cara pandangnya yang berbeda - menurut perasaan saya - maka pancaran raut wajahnyapun memperlihatkan ke-optimisan yang berbeda dengan yang lain. Wajahnya selalu terlihat menarik dan cantik, dewasa dan bijaksana, dengan tidak mengesampingkan kelebihan anak-anak yang lain, saya menganggap Fay adalah murid saya yang paling hebat dalam berbagai urusan.
Saya berharap setelah lulus dari SMANOR anak ini mendapatkan jalan hidup yang baik dan mapan, dapat bersekolah di sekolah yang mampu mengembangkan segenap kemampuannya dan mengantarkannya pada kehidupan yang sejahtera dan barokah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar