Minggu, 21 September 2014

Luka - Terluka

Kehidupan itu sudah direncanakan oleh yang memiliki - kehidupan - dalam keadaan seimbang. Sehingga semua komponen penyangga dan pembentuk kehidupan adalah serba seimbang. Ada siang ada malam, ada senang ada sedih, ada tangan kiri ada tangan kanan, ada yang kurang ada yang lebih, ada yang panas ada yang dingin, ada yang bertekanan tinggi ada yang bertekanan rendah. Jika karena suatu kejadian menjadi tidak seimbang, maka secara alamiah sistem akan berjuang memulihkan keseimbangan. Hal itu terjadi seperti jika terjadi bencana, orang terluka, cita-cita tidak tercapai, harapan putus di tengah jalan.

Secara keseluruhan, ketidakseimbangan yang terjadi menyebabkan kondisi tidak stabil dan ada peluang mengarah kepada kondisi yang lebih destruktif atau rusak. Tetapi, sebenarnya jika disadari maka secara alamiah, dengan berlalunya akan pulih dalam jangka waktu tertentu - tergantung tingkat ketidakseimbangannya. Oleh karena itu perlu seseorang untuk bersikap tenang, agar kondisi tidak seimbang itu tidak menjadi lebih buruk, dan sebaliknya bisa segera pulih seperti sedia kala.

Sang pemilik dan penguasa alam ini tidak melalaikan kepentingan dan kebutuhan manusia dan seluruh penghuni alam ini - termasuk hewan dan tumbuhan - dengan menyediakan dan mencukupi apa yang dibutuhkan. Tidak terbayangkan apa yang terjadi pada manusia dan seluruh penghuni bumi ini, jika kemampuan alam untuk menyeimbangkan diri hilang, manusia akan lenyap, hewan dan tumbuhan akan segera musnah, dan bumi sendiri akan binasa. Tetapi tidak demikian, ketidakseimbangan akan dipulihkan, ibaratnya kapan yang sedang berlayar, ketika miring ke kiri akan ditambhkan beban di kanan, ketika miring ke kanan beban dipindahkan ke kiri dan seterusnya.

Ketika seseorang salah satu anggota tubuhnya sakit, yang bisa dilakukan adalah meminum obat agar bisa sembuh. Misalnya, salah satu bagian tubuh terluka, biasanya obat yang diminum adalah vitamin untuk mendorong jaringan dan sel segera tumbuh kembali, dan antibiotik untuk mencegah terjadinya mikroorganisme yang dapat merusak jaringan yang terluka. Apa yang terjadi jika vitamin tersebut gagal mendorong jaringan dan sel untuk tumbuh?. Obat itu sama sekali tidak menumbuhkan jaringan dan sel, hanya mendorong, menyuruh, memberi kondisi untuk lebih mudah tumbuh, selebihnya hanya berharap agar jaringan dan sel mau tumbuh, sehingga luka cepat pulih dan sembuh.

Itulah kehebatan alam - tentu maksudnya yang punya alam ini - yang kita huni, yang kita tidak pernah ikut merencanakan proses pembuatannya, dan tidak ikut mengoperasikan bagaimana menjalankannya. Memunculkan matahari dari timur, kemudian menenggelamkannya di barat. Meniupkan angin, menghangatkan udara, dan ketika telah panas mendinginkannya lagi. Semua digerakkan secara teratur, seimbang dan selaras, dan indah untuk dilihat dan dinikmati.

Jangankan hanya luka goresan kecil, gunung yang hancur saja bisa ditumbuhkan lagi. Jangankan menyirami sawah satu petak, mengguyur kota dengan hujan dan banjirpun bisa terjadi. Dan semuanya tidak lain adalah dalam proses mencari keseimbangan baru. Jika seseorang yang terlukan tubuhnya kemudian badannya panas, hal itu adalah proses sembuh, proses mencari keseimbangan baru. Jika kota Jakarta dan kota besar lainnya dilanda banjir, jangan berpikir itu bencana, dan berhenti berpikir sampai di situ, bisa jadi hal itu proses mencari kesimbangan baru, akibat ketidakseimbangan yang dibuat oleh manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar