"walah....mosok ngono to yu..."
"wong lewat ae kok marakno iso udan", jawab Panidi datar agak kurang paham dengan maksud Jasemi.
"awit winginane tak titeni, angger kowe liwat, mendhunge langsung peteng, repet2 terus udan", Jasemi menerangkan maksudnya.
"oooalaa...yu yu opo aku iki moloikat opo piye, kok iso nekakno udan", Panidi sedikit membela guyonan Jasemi.
Jasemi bermaksud menggoda Panidi yang hilir mudik setiap hari di depan rumahnya dengan bersepeda. Sedangkan Jasemi sedang mempunyai tanggungan menjemur padi sampai benar-benar kering sebelum di bawa ke tukang slep padi. Aktivitas biasa yang dilakukan orang-orang desa ketika musim panen padi. Setelah padi dipanen dari sawah di jemur dan harus ditunggui, dieker-eker biar keringnya merata, karena pada musim seperti ini biasanya sinar matahari mahal, belum genap jam dua belas siang sudah mendung dan hujan. Oleh karena itu menjemur padipun tidak bisa dianggap remeh, harus fokus nungguin padi supaya keringnya maksimal. Hal itulah yang membuat Jasemi tidak bisa meninggalkan padinya begitu saja, setiap satu jam harus dieker-eker, dijaga biar tidak dienjah-enjah kambing, tidak dicucuki ayam, dan yang pasti tidak kehujanan. Hal terakhir itulah yang membuat Jasemi jengkel, karena tiga hari terkahir selalu hujan sebelum tengah hari, dan selalu dengan didahului oleh lewatnya Panidi di depan rumah.
Emang panidi iku sekti mondrohuno...
BalasHapusSiiipp pak ceritanya
BalasHapusmemang tingkah polah orang desa yang polos dan lugu itu kadang nggoyokno....
BalasHapus